Tampilkan postingan dengan label Pengamatan Sang Mentor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengamatan Sang Mentor. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2018

REKSADANA

Kemarin ada yg tanya apakah investasi reksadana itu baik ?

Sy katakan bahwa semua investasi itu baik, asal kita tahu karakter dan resikonya. Ketika sy tanya apakah dia tahu reksadana itu apa ? Beliau cuma memberi emotikon senyuman.

Reksadana adalah jenis investasi, dimana kita mempercayakan uang kita utk diinvestasikan oleh Manajer Investasi ke instrumen investasi tertentu yaitu efek atau kertas berharga. Return atau hasil investasi tentu tidak bisa diramalkan krn tergantung pada pasar dimana uang itu diinvestasikan. 

Ada beberapa jenis reksadana tergantung 80% investasinya dimana :
- Reksadana saham, 80% investasinya ke saham.
- Reksadana pasar uang 80% utk main valas.
- Reksadana pendapatan tetap, 80% ke obligasi.
- Reksadana campuran, tidak ada prosentase yg jelas. 
- Reksadana syariah.

Contoh reksadana pendapatan tetap tahun 2006 - 2016 :
- Rata rata return 8,16% setahun
- Tertinggi 17,73%
- Terendah minus (-) 4,53%.

Itu data seluruh Indonesia, setiap perusahaan pasti berbeda.

Yg penting diketahui adalah istilah istilah yg digunakan pialang nya yg seringkali kita salah artikan. Kalau dia mengatakan return 14,5%  sampai 22%. Itu bukan berarti minimum 14,5%  dan maks 22% seperti yg kebanyakan orang awam pikir. Itu hanya berarti pernah 14,5% dan pernah 22%. Apakah pernah minus 5% atau minus 10% dalam setahun misalnya ?  Mestinya ya pernah  tergantung fluktuasi saham atau pasar uang dan kepandaian tim manajer. Tetapi hal hal begitu ya nggak akan tertulis di prospektus atau lembar penawaran. Hanya yg bagus yg ditulis supaya laku. 😄😄

Mungkin ada pialang yg kemudian meramalkan bahwa 25 tahun atau 30 tahun lagi investasi reksadana Anda berpotensi jadi sekian milyar. Dia menghitung berdasar data yg mungkin hanya diambil saat bagus kemudian di proyeksikan ke depan. Faktanya ya tidak ada yg bakal tahu uang kita itu akan jadi berapa. Dua tahun terakhir (2015 - 2016) rata rata reksadana minus, artinya jumlah simpanan kita lebih kecil dibanding sebelumnya. Tetapi itu wajar dalam sebuah investasi jangka panjang.

Jika kita mau investasi reksadana atau saham atau apapun yg beresiko, itu harus benar bebar uang ekatra. Uang yg bebar benar kelebihan. Bukan uang yg diada adakan. Apalagi kalau Anda investasi reksadana dengan uang pinjaman . . . waw fatal sekali.

Istilah lain yg perlu diketahui adalah _"Investasi Anda bisa diambil tanpa batas"_. Seringkali kita terjemahkan sebagai diambil sebanyak berapapun bisa, kemudian kita berpikir sebagai sumber uang yg tidak ada habis habisnya. Istilah itu hanya berarti Anda bisa mengambil tabungan Anda berapapun. Misalnya Anda beli reksadana 10 juta kemudian 10 tahun berikutnya jadi 15 juta. Anda bisa ambil semuanya atau sebagian saja. Itulah arti diambil tanpa batas. Kalau Anda ambil 15 juta berarti ya habis reksadana Anda. Anda tentu nggak boleh ambil 100 juta krn uang Anda cuma 15 juta. Jadi tanpa batas bukan berarti semau Anda 😄😄

Beberapa resiko reksadana :
1. Resiko turunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) dari unit penyertaan Anda. Ini karena saham saham turun atau nilai obligasinya turun krn pihak pemberi obligasi kurang bonafid.

2. Resiko likuiditas, ketika terjadi pengambilan besar besaran (Rush) dan Anda kalah cepat ambil. Duitnya habis.

3. Resiko pasar, ketika pasar uang atau pasar saham jatuh. Nilai unit reksadana Anda ya ikut jatuh.

4. Resiko default atau gagal bayar, ketika obligasi yg diambil sebagai investasi ternyata tidak dibayar oleh emitennya krn bangkrut.

Reksadana memang bagus, terapi menurut Robert T Kiyosaki tidak bisa membuat kita kaya krn returnnya kecil dibanding inflasinya.

Bayangkan kalau selama 10 tahun returnnya 8,16%/tahun sedang inflasinya 10% /tahun ? Jumlah uang Anda naik tetapi nilainya turun.

Toh itu lebih baik dibandingkan dulu sudah dihabiskan.

Minggu, 08 April 2018

KEKUATAN SEBUAH KEPUTUSAN

Tepatnya saya lupa, sekitar 2 atau 3 minggu sebelum LS Surabaya, ada telepon dari seseorang bernama pak Burhan dari Balikpapan. Tepatnya pak Burhanuddin. Beliau mengatakan sangat ingin hadir di LS Surabaya Surabaya, tetapi sekarang sedang tidak memiliki uang sama sekali. 

Saya sdh terbiasa menghadapi masalah semacam ini. Kuncinya hanyalah keputusan bulat secara sadar karena jika kita sendiri secara sadar masih ragu ragu akan sesuatu, maka bawah sadar kita akan berjingkrak dan menyediakan seribu alasan untuk tidak bisa melakukan itu. Mulai Anda diundang manten sampai ada kucing melahirkan di rumah Anda. Tetapi jika  kita tidak ragu ragu dan memiliki niat yg kuat dalam bentuk keputusan secara sadar, maka bawah sadar kita juga akan membantu sekuat tenaga dan tidak ada yg gagal karena bawah sadar kita terhubung langsung dengan YANG DIATAS. Atau istilah di ilmu pikiran disebut Mekanisme Sukses Otomatis (MSO). Kalau Allah sudah ikut campur kira kira ada yg bisa menghambat apa tidak ya ?

Kemudian saya katakan jika pak Burhan memang benar benar ingin menghadiri LS ya gampang saja. BUAT KEPUTUSAN !!. Saya sendiri agak lupa bagaimana memberi panduan pada beliau karena bagi saya CARA ITU TIDAK PENTING. Kalau tidak salah (nanti pak Burhan bisa meralatnya jika salah), saya minta beliau menghadap cermin dan berkata pada dirinya sendiri di dalam cermin :"Saya Burhanuddin memutuskan untuk hadir di Leadership Seminar 14-15 Maret ini".

Ketika tgl 14 siang saya masuk hotel Fave tempat saya menginap (saat LS saya dan isteri tidak tidur di rumah tapi di hotel dg teman teman), ada pria paro baya tinggi besar dan ngganteng (paling tidak dibanding saya), mendatangi saya kemudian menyalami. Beliau memperkenalkan diri sebagai pak Burhanuddin. 

Kemudian beliau cerita bahwa beliau melaksanakan anjuran saya, dan salah satu mentornya yaitu bu Nietha & pak Edo, menyarankan utk menuliskan diatas kertas dan menempelkan di tembok dekat tempat tidur, kalimat "Hadir di Leadership Seminar 14-15 Maret 2018" 

Ibu Burhan sempat menertawakan ulah suaminya itu sambil mengatakan dapat duit dari mana mau pergi seminar ? Tetapi pak Burhan tetap bertahan dan memastikan datang.

Dua hari menjelang LS, tiba tiba ibu Burhan mengatakan bahwa temannya membayar hutang 5 juta. Padahal hutang ini sdh lama dan tidak diharapkan utk kembali. Begitulah beliau langsung transfer ke bu Wati 600 ribu dan ke bu Nietha yg mengurus hotelnya. Dan kami pun bisa bertemu di Leadership Seminar kemarin.

Itulah kekuatan sebuah keputusan yang akan memunculkan timbulnya keajaiban. 

Mungkin diantara yg membaca ini ada yg berpikir :"Iya pak Burhan punya piutang, lha saya ini punyanya cuma hutang". Atau pikiran pikiran yg sejenis itu.

Pengembalian hutang itu hanyalah salah satu cara Tuhan untuk memberikan uang ke pak Burhan supaya "nampak normal". Dia punya banyak cara kreatif  yg seringkali tidak bisa kita pikirkan. Saya sendiri tidak pernah bisa  menebak nebak dari mana arahnya jika sedang meminta sesuatu. Sehingga akhirnya tidak lagi berusaha menebak karena selalu salah. Yang penting dapat, itu saja.

Jika Allah sudah memutuskan memberi Anda uang, Dia akan melakukan apa saja. Bisa saja tiba tiba ada kepingan satelit cina menjatuhi rumah Anda dan dapat ganti rugi, atau  Anda menemukan dompet orang sehingga dapat hadiah, atau Anda menolong orang kaya yg akan tenggelam di sungai di belakang rumah Anda. Atau . . . Atau . . ., tergantung selera humor Yang Diatas sana dalam mencarikan uang atau sarana untuk Anda supaya bisa berangkat ke LS, atau ke kebebasan Anda. Yang penting sudah membuat keputusan, karena AKU SESUAI PERSANGKAAN HAMBAKU.

BUATLAH KEPUTUSAN YANG KUAT DAN BULAT. Maka Tuhan akan mencarikan jalan termudah, tercepat dan paling harmonis sehingga Anda bisa mendapatkan apa yg sudah Anda putuskan tadi.

Selama 14 tahun saya sudah berkali kali melihat keajaiban karena membuat keputusan kemudian membuat gambar atau tulisan untuk selalu mengingatkan keputusan kita. Yang penting adalah keputusannya, sedang gambarnya itu hanyalah alat bantu.

SELAMAT MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK MENDAPATKAN APAPUN YG INGIN ANDA CAPAI.

Senin, 02 April 2018

LAGI LAGI UMROH MONEY GAME

Pagi ini, 2 April 2018, di Jawa Pos ada cerita tentang ratusan jamaah umroh yang terdampar di Jeddah. Alasan si pemilik agak aneh, dokumen chek in nya terlambat dikirim sehingga tiketnya hangus. Di dunia yang semuanya serba cepat dan bisa pakai elektronik (e) untuk urusan apapun ini masih ada "dokumen check ini ?". Saya yang gaptek saja kalau naik pesawat atau kereta api sudah tidak membawa dokumen apa apa. Cukup menunjukkan tulisan di hp saya, ada nomor nomor pemesanan dan tinggal menyerahkan hp saya, semuanya beres. 

Tetapi biarlah itu menjadi urusan si pemilik, apakah alasannya itu benar atau tidak. Menurut saya yang disebut dokumen yang terlambat datang itu dokumen yang dicetak oleh PERURI, yaitu UANG. Ini tersirat dari pernyataan pemilik, bahwa untuk membereskan urusan itu, dia terpaksa mengeluarkan uang pribadi. Maksudnya untuk menunjukkan bahwa dia bersungguh sungguh ingin menyelesaikan masalah itu. tetapi dibalik itu ada pernyataan yang tersirat yaiu :"Uang perusahaan sudah habis, sehingga terpaksa menggunakan uang pribadi". Karena seorang pengusaha Indonesia tidak akan pernah menggunakan uang pribadi kecuali di perusahaan sudah habis. Yang terjadi biasanya malah menggunakan uang perusahaan untuk urusan pribadi. 

Ini kasus yang ke sekian kalinya, mulai First Travel, kemudian Abu Tour dan tentunya masih banyak kasus di luar sana yang tunggu meledak saja. Selama ini mereka masih bisa menyeimbangkan keuangan perusahaan dengan menipu calon calon jamaah berikutnya. Melakukan promosi, membayar lebih banyak lagi para agen atau mitra jika menggunakan sistem jaringan / MLR (Multi Level Recruiting). Untuk menyelesaikan masalah mereka yang sudah keburu masuk bubu, harus ada ikan ikan segar yang masuk. Karena di dunia money game, status seorang peserta hanya ada dua yaitu sedang ditipu atau sedang menipu. Dia sedang ditipu jika belum mendapatkan manfaatnya, dan dia sedang menipu jika sudah mendapatkan manfaatnya dan mengajak orang lain masuk.

Di dunia keuangan tidak ada keajaiban. Jika Anda mendapatkan sesuatu dengan harga jauh dibawah harga yang sesungguhnya, maka ada orang yang membayar apa yang Anda peroleh itu. Misalnya Anda mendapat hadiah mobil dari perusahaan tertentu, maka yang membayar adalah perusahaan itu dari pengurangan keuntungan mereka. Jika Anda pergi umrah dengan harga murah, maka pasti ada yang membayar kekurangan uang Anda itu.  Di perusahaan umrah yang normal, yang membayari selisih nya tadi adalah mereka yang mau membayar lebih, misalnya yang VIP. Sama seperti di rumah sakit, pasien kelas 3 mendapat subsidi dari pasien kelas 1 atau VIP. Mereka yang di VIP dan kelas 3 sebenarnya mendapat pelayanan medis yang sama. Seorang dokter di meja operasi akan melakukan hal yang sama, baik ke pasien kelas 3 atau pasien super VIP. Yang berbeda hanyalah fasilitas diluar medis, seperti kamar, makanan, keramahan, pengaturan waktu dan lain lain. Kecuali dalam kasus SN kemarin, dimana kepala yang tidak apa apa diperban sebesar bakpao. Tetapi pelakunya sudah ada di penjara sekarang, termasuk dokter yang bermain api itu.

Di umrah dengan sistem money game, yang membayar selisih tadi adalah calon jamaah lain. Dengan cara memperpanjang waktu menunggunya, supaya ada uang yang cukup untuk memberangkatkan mereka. Uang mereka digunakan untuk memberangkatkan jamaah yang membayar sebelumnya. Demikian terus menerus, semakin lama semakin banyak yang menunggu. 

Seperti di kasus First Travel, setelah terbongkar, ternyata hanya 14.000 orang jamaah yang sudah diberangkatkan, dan ada 56.000 jamaah yang tidak bisa berangkat, dan uangnya sudah habis. Artinya untuk setiap memberangkatkan 1 jamaah, perlu uang dari 4 jamaah (56.000/14.000). Jika pelayanan First Travel setara dengan jamaah 30 juta, sedang 4 orang tadi membayar 14,5 x 4 = 56 juta, bisa dihitung uang jamaah yang dipakai oleh First Travel, mulai pemilik sampai agen. Hampir 50% uang jamaah dimakan oleh mereka.

Di umrah, tidak ada pemasukan uang dari manapun. Adanya adalah pengeluaran uang untuk pesawat, kendaraan, hotel, makanan, surat menyurat dan keuntungan agen, mitra atau pemiik. Sumber uang satu satunya adalah calon jamaah. Dalam kasus first travel, untuk bisa memberangkatkan 56.000 jamaah, perlu calon jamaah 4x56.000 yaitu 224.000. Nantinya, untuk memberangkatkan yang 224.000 itu, perlu 896.000 jamaah. Apalagi jika ada masalah cashflow, biasanya ditutupi dengan harga promo gila gilaan, misalnya membayar 7 juta bisa umrah, maka semakin banyak pula kewajiban atau beban yang harus ditanggung di kemudian hari. Atau menggalakkan peran mitra dengan memberi bonus lebih besar lagi, mengiming imingi mobil dan sebagainya. DARI MANA UANG ITU ? Ya dari uangnya calon jamaah yang masih berstatus tertipu itu yang pada suatu saat nanti tidak bisa berangkat.

Jika melihat para pemilik biro umrah yang pasrah begitu saja saat ditangkap, nampaknya memang aslinya tidak ada itikat untuk menipu. Yang ada adalah ketidak tahuan bahwa sistem piramida yang dibuat oleh Charles Ponzi tahun 1920 an memang untuk tujuan menipu. Mereka menghitung jika semuanya berjalan lancar, sistem ini akan jalan. Selama ada calon jamaah yang mau mendaftar,  ada uang untuk memberangkatkan jamaah lama. Tetapi begitu ada goncangan sedikit saja, maka bangunannya akan ambruk semua. Coba saja ada 10% calon jamaah yang menarik uangnya, pasti ambruk semuanya, karena uangnya memang tidak ada. Mirip di investasi abal abal semacam Pendawa, hal yang paling ditakuti penyelenggara adalah jika ada nasabah yang menarik uang investasinya. Karena itu, di dunia investasi abal abal semacam ini, persyaratan untuk menarik kembali investasinya sangat sulit. Kalau toh bisa, dapatnya sangat kecil, jauh dibawah yang disetorkan. Saya pernah diikutkan asuransi kesehatan dan sekaligus investasi di perusahaan asuransi terkenal oleh isteri saya. Ketika saya tahu dan merasa tidak perlu karena sudah punya askes, maka kita tarik kembali. Dari 60 juta yang saya setor selama 3 tahun, hanya bisa kembali 3 juta saja. Karena uangnya memang tidak ada, yang disebut investasi itu hanyalah uang nasabah yang dikumpulkan dan ditumpuk untuk dibayarkan kepada nasabah yang sudah jatuh tempo. Sebagian dibayarkan kepada para agen atau anggota jaringan yang dibayar untuk mengumpulkan uang itu.

Surabaya, 2 April 2018

Jumat, 02 Maret 2018

SIMPLIFY YOUR LIFE

Edmund Hillary adalah orang Selandia Baru, dia yang menakhlukkan untuk pertama kalinya gunung Everest pada tahun 1953 bersama pemandunya seorang sherpa Terzing Norgay, suku asli Nepal. Ketika dia ditanya apa yang dia bawa ketika mendaki di etape terakhir ke puncak ?, Dia mengatakan hanya membawa kamera dan bendera. Yang lain ditinggal di pos terakhir. Dia mengatakan tidak mungkin kita bisa membawa banyak hal jika kita sedang menuju sebuah puncak. Entah itu sebuah puncak gunung, atau sebuah puncak kehidupan.

Doug Wead adalah mahasiswa yang sangat idealis. Dia   menjadi anggota banyak klub sosial, tetapi semua itu dia tinggalkan untuk sementara ketika membangun sebuah bisnis networking yang mengantarkan dia ke sebuah penghasilan pasif yang besar. Setelah menikmati penghasilan pasif besar yang lebih dari cukup, dia terjun ke dunia politik. Menjadi senator Amerika dan kemudian penasehat senior dua presiden Amerika yaitu Ronald Reagan dan George Bush senior. Dia juga bisa kembali menekuni kegiatan sosial dengan mendirikan Mercicorps, sebuah yayasan sosial untuk membantu kelaparan di dunia, dimana sebagian besar donaturnya adalah mereka yang berhasil di bisnis networking seperti yang Doug Wead kerjakan. Hampir semua penulis buku motivasi menyarankan untuk sementara kita perlu meletakkan beban beban yang mengganggu fokus kita jika ingin mendapatkan penghasilan yang besar atau pencapaian yang besar. Jika itu pencapaian di bidang sosial masyarakat atau politik, maka masalah bisnis harus dikesampingkan dulu. Jika itu pencapaian yang tinggi di dunia bisnis, maka kegiatan politik dan sosial harus kita kesampingkan dulu. Jika nanti kita sudah mencapai apa yang kita inginkan, barulah kegiatan kegiatan yang lain itu bisa  kita ikuti lagi. Bahkan bisa lebih banyak lagi. Doug Wead bercerita di Leadership Seminar Jakarta beberapa tahun lalu. Sebagai mahasiswa, untuk mencari sumbangan beberapa ribu dollar saja perlu upaya yang keras. Setelah mencapai posisi yang tinggi, sumbangan jutaan dollar bisa diperoleh dengan mudah.

Pada awal membangun kerajaan bisnisnya, teman SMA saya Dharmawan Utomo nyaris tidak melakukan kegiatan apa apa selain menjalankan bisnisnya secara fokus. Ketika bisnisnya sudah ditangani anak anaknya, dia hanya sebagai _master mind_ nya saja, barulah dia mulai masuk ke kegiatan masyarakat. Menjadi ketua organisasi burung dara, organisasi karate, bahkan sekarang menjadi konsul kehormatan negara Belarusia, sebuah negara pecahan Uni Sovyet.

Ir. Riantori adalah  penemu pondasi sarang laba laba, yang banyak digunakan untuk membuat bandara. Beliau juga pelaku bisnis networking yang berhasil.  Sebelum mengerjakan bisnis networkingnya, dia memiliki 9 jabatan di organisasi sosial masyarakat, seperti ketua filateli Indonesia dan sebagainya. Satu demi satu jabatannya di tanggalkan dan dia fokus mengerjakan bisnis networkingnya. Setelah memiliki kebebasan finansial dan waktu,  dia kembali menekuni kesenangannya di organisasi sosial kemasyarakatan.

Saya dulu sekretaris POGI Malang (Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia) yang membawahi kota kota di jawa Timur bagian selatan, mulai Pacitan sampai Banyuwangi. Ini jabatan yang sangat strategis karena rekomendasi POGI yang memerlukan tanda tangan saya diperlukan dalam proses penempatan seorang dokter kandungan. Seorang sekretaris adalah kandidat utama ketua POGI periode berikutnya. Disamping itu saya juga menjabat Sekretaris Program Studi Obgin di FKUB Malang. Yang mendidik calon calon dokter spesialis kandungan.

Awal tahun 2004 saya mulai melihat potensi bisnis networking yang saya ikuti, saya memutuskan mengundurkan diri sebagai sekretaris POGI meskipun baru satu tahun menjabat. Keputusan saya itu membuat banyak sejawat yang bingung dan tidak percaya. Bahkan seorang teman yang saya tahu memiliki ambisi pada jabatan jabatan seperti itu datang ke kamar saya dan menanyakan langsung alasan saya. Ketika saya katakan bahwa saya sedang fokus mengerjakan bisnis networking tertentu, dia benar-benar tidak bisa mengerti. Sama seperti saat ini, banyak yang belum mengerti bahwa potensi bisnis yang saya tekuni selama 2 tahun itu jauh lebih besar dari bisnis apapun yang bisa Anda sebut dan jalankan. Mana ada bisnis yang dalam dua tahun dikerjakan secara part time tetapi dengan serius bisa membebaskan seseorang dari kewajiban mencari nafkah seumur hidup ?. Saat itu penghasilan dari bisnis tersebut setiap bulannya masih jauh lebih kecil dibandingkan penghasilan saya satu hari sebagai dokter kandungan. Di kamar kerja itulah untuk pertama kalinya saya melanggar disiplin pribadi, presentasi bisnis di jam kerja. Entah beliau tertarik dengan konsep bisnisnya, entah bingung melihat keputusan drastis saya, akhirnya beliau join dan bisa menyumbangkan omset yang besar ke jaringan saya selama bertahun tahun.

Kita tidak mungkin bisa mendaki ke puncak dengan beban tinggi di punggung. Pengurus arisan disana, pengurus pengajian disini, pengurus PKK disitu, pengurus RW, admin di banyak grup sosmed, ketua ormas, pengurus parpol, pengurus komite sekolah. Tinggalkan untuk sementara jika Anda ingin mencapai puncak dan bukan menjadi *_mediocare_* seperti saat ini. Keatas tidak kebawah juga tidak. Seperti yang dikatakan Zig Ziglar, dalam bukunya See You at The Top, _"untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar, Anda harus berani mengurbankan sesuatu yang saat ini Anda sukai."_ Gajah Mada memberi contoh dengan SUMPAH PALAPA nya, tidak akan menikmati palapa sebelum berhasil menyatukan nusantara.

Pertanyaannya, apa yang berani Anda tinggalkan jika ingin mendapatkan penghasilan pasif 100 juta sebulan dalam 2-5 tahun kedepan ? Anda tidak mungkin mendapatkan penghasilan sebesar itu sambil melakukan hal hal yang sekarang ini masih Anda lakukan. Harus ada yang Anda rubah, sederhanakan hidup Anda, SIMPLIFY YOUR LIFE !!!

Jangan pernah berani mengatakan tidak ada orang yg bisa menggantikan saya di organisasi itu. Percayalah, jauh lebih banyak orang yg lebih bisa dibanding Anda. Itu akan Anda sadari jika Anda cukup lama berkecimpung di bisnis kuadran kanan.

Surabaya, 1 Maret 2018
*_Sigit & Wati._*

Senin, 26 Februari 2018

BISNIS JARINGAN ATAU KORPORASI

Korporasi adalah salah satu jenis bisnis yang bisa membuat pemiliknya mendapatkan penghasilan pasif, yaitu ketika dia berhasil membuat sistem yang bagus sehingga bisnisnya autopilot. Butuh waktu 20-30ntahun untuk berhasil membuat sistem yang kuat dan akhirnya bisa di duplikasi sehingga terbangunlah sebuah jaringan korporasi yang disebut konglomerasi. Pemiliknya disebut konglomerat. Hanya sedikit sekali orang yang bisa membuat sebuah korporasi. Bahkan Robert T Kiyosaki tidak bisa membuatnya. Setelah bisnisnya besar, dia menjualnya dan kemudian berinvestasii di real estate dan membangun bisnis kecil di bidang penerbitan yang kemudian bangkrut karena ada sengketa dengan pelaksana di lapangan.  Yang bangkrut adalah bisnisnya, bukan Robert T Kiyosaki.

Pemasaran berjaringan atau bisnis networking juga salah satu jenis bisnis bersistem yang bisa memberikan penghasilan pasif. 

Yang tidak banyak orang tahu adalah networking bisa memberikan penghasilan pasif jika kita bergabung dengan bisnis pemasaran berjaringan yang sudah memiliki sistem yang baik dan kuat. Perusahaannya sendiri adalah sebuah korporasi, bahkan bisa juga konglomerat jika banyak perusahaan yang menjadi satu. Misal 5 besar perusahaan networking dunia yaitu Amway, Avon, Herbalife, Vorwerk, Infinitus itu bentuknya korporasi. Kita sebagai individu yang bergabung kesana, disebut menjalankan networking. 

Jadi kalau Anda ingin freedom melalui bisnis networking, bergabunglah dengan bisnis networking yang sudah mapan. Jika ingin mendirikan usaha networking sendiri, itu namanya akan membangun korporasi. Tidak banyak orang yang bisa, karena ada dua sistem yang perlu dibangun, sistem di dalam perusahaannya sendiri dan sistem networkingnya. keduanya sangat berbeda.  Karena itu begitu banyak perusahaan yang ambruk hilang timbul karena keridak mampuan membangus sistem intern perusahaannya. Biasanya masih dikelola secarea tradisionil, terkadang uang perusahaan dan keluarga tercampur. Padahal sudah melibatkan orang banyal. Belim lagi ketahanan imannya ketika menghadapi uang milyaran, Karena memang bukan korporasi melainkan perusahaan tradisionil, akhirnya kolaps. 

Karena itu pak Eric yang saya jumpai di Purwolerto bbrp bulan lalu, mengatakan bahwa belum ada bisnis networking buatan orang Indonesia yang bisa membuat pesertanya benar benar bebas finansial dan bebas waktu. Apa benar begitu, wallahualam karena saya bukan pengamat bisnis networking.

Yang perlu Anda ketahui hanyalah bahwa yang disebut bisnis networking atau pemasaran berjaringan yang bisa memberi penghasilan pasif adalah :

1. Bisnis tipe PROSUMEN, yaitu pemasaran produk dari produsen langsung ke konsumen. 

2. Perusahaannya sudah berbentuk korporasi yang memiliki sistem yang kuat. Perlu waltu 20-30 tahun untuk menjadi itu.

Jika salah satu faktor itu tidak ada, berarti bukan itu yang bisa memberi penghasilan pasif yang besar dan aman. Bulan berarti Anda tidak boleh bergabung. Itu hanya jika Anda sedang mencari penghasilan pasif. Jika tidak ya silahkan bergabung dengan bisnis yang mungkin baru tahun kemarin berdiri. Siapa tahu bisnis itu yang nanti bisa survive ? Silahkan, sepanjang Anda tahu bahwa di Amerika saja, dari 100 bisnis yang didirikan, hanya 1 yang bertahan di tahun ke 10.

Di N21 saya dididik untuk memiliki prioritas yaitu :
1. Tuhan
2. Keluarga
3. Bisnis

Keluarga diatas bisnis, karena itu saya lebih mementingkan keamanan keuangan keluarga saya dibanding pilihan pilihan bisnis yang "menarik" dan sesuai dengan ego kita. 
Tetapi itu adalah pilihan !!

Sigit & Wati.

Selasa, 20 Februari 2018

LIMA BAHASA KASIH (GARRY CHAPMAN)

Di rumah nomor 25 di jalan Sinabung, sang suami pulang agak terlambat, dia membawa kue coklat kesukaan isterinya. Sesampai di rumah, didapatinya si isteri dengan muka cemberut menyambutnya. Hadiah itu di terima tetapi tetap saja sepanjang hari isterinya cemberut. Mereka bertengkar membahas keterlambatan suaminya pulang ke rumah.

Di seberang jalan, suami yang lain juga baru pulang dari luar kota. Sesampai di rumah, isterinya bertanya :"Oleh oleh nya mana ?". Dengan terbata bata sang suami minta maaf dan menjawab bahwa seharian sibuk meeting sehingga nggak sempat beli oleh oleh. Sang isteri cemberut dan ketika suami mencoba merangkul, si isteri menghindar kemudian masuk ke dalam. Sepanjang hari suasana rumah menjadi tidak nyaman.

Apa yang salah dari ke dua suami diatas ? yang satu mencoba pulang membawa oleh oleh tetapi diacuhkan oleh isterinya. Sedang satunya tidak membawa oleh oleh dan membuat sang isteri marah.

Itulah yang umum terjadi di masyarakat kita, hal hal kecil yang tidak diperhatikan oleh masing masing. Komunikasi yang tidak nyambung antara suami dan isteri. Yang satu bicara bahasa inggris dan dibalas dengan bahasa perancis. Akhirnya keduanya merasa tidak cocok satu sama lain dan inilah bibit bibit sebuah perceraian. Kecuali kalau si suami bisa mencari uang banyak, maka si isteri akan memendam saja rasa ke tidak puasan tersebut. Karena khawatir dengan nasibnya jika nanti berpisah. Tetapi dia akan hidup menderita dan hanya bisa menopengi dengan kebahagiaan semu.

Kesalah pahaman itu terjadi karena masing masing tidak mengerti dengan bahasa kasih pasangannya. Seiap orang dari kita memiliki bahasa kasih sendiri sendiri. Jika mereka bicara dengan bahasa kasih yang kita mengerti, maka kita akan menganggapnya dia mencintai kita. Tangki cinta kita akan menjadi penuh. Sebaliknya jika dia berbicara dengan bahasa kasih yang tidak kita mengerti, maka kita jadi merasa tidak dicintai. Itu akan menguras tangki cinta kita. Jika tangki cinta kita terkuras habis, maka kita merasa tidak dicintai dan itu akan  meningkatkan potensi pertengkaran serta perpisahan. Setiap orang memiliki tangki cinta. Sepanjang tangki cinta itu terisi penuh, kita akan merasa dicintai dan juga bisa memberi cinta. Tetapi jika tangki cinta kita kosong, maka dunia seperti tidak menarik lagi.

Hampir semua penyebab ketidak harmonisan rumah tangga disebabkan karena ketidak mengertian masing masing pasangan dengan bahasa kasih pasangannya, Akibatnya mereka seperti berbicara dalam bahasa yang tidak saling di mengerti.

Garry Chapman mengatakan bahwa ada 5 bahasa kasih yang utama, yaitu :
1. Pelayanan
2. Hadiah
3. Sentuhan fisik
4. Waktu yang berkualitas.
5. Kata kata pendukung.

Pada kasus suami yang pertama, si suami mungkin memiliki bahasa kasih hadiah, sehingga dia merasa bahwa setiap orang akan senang jika mendapat oleh oleh makanan yang disukai. Tetapi sayang sekali, bahasa kasih isterinya adalah waktu yang berkualitas. Sehingga ketika suaminya terlambat datang, dianggap mengabaikan dia. itu menyebabkan kemarahan.

Di kasus ke dua, bahasa kasih suami adalah sentuhan fisik, dia senang di rangkul, ditepuk pundaknya dan sebagainya. Tetapi isterinya memiliki bahasa kasih seperti bungsu saya, yaitu hadiah. Ketika suami pulang dari luar kota tidak membawa oleh oleh, artinya dianggap tidak begitu mencintai dia. Tangki cinta di isteri mungkin berkurang lagi. Si isteri berkata dalam hati :"Sudah nggak bawa oleh oleh, maunya nyosor saja", dan dia menghindari rangkulan suami tadi.

Suami isteri akan tetap hidup harmonis sepanjang tangki cinta masing masing penuh.  Jika ada pihak yang tangki cintanya tersedot terus sampai habis, maka dinia rumah tangga menjadi seperti neraka. Isinya ribut terus atau diam diaman.

Salah satu cara paling jitu mengisi tangki cinta pesangan kita adalah dengan mengetahui apa bahasa kasih pasangan kita dan kemudian kita isi dengan bahasa yang dia kenal.

Jika bahasa kasihnya pelayanan, maka kita bisa memberi pelayanan atau membantu membereskan masalahnya. 

Jika bahasa kasihnya hadiah, usahakan setiap pulang dari mana saja, kita bawakan oleh oleh. Mungkin spotong terasi, atau mobil merci.

Jika bahasa kasihnya sentuhan fisik, sering seringlah merangkul, menepuk pundak, menggandengnya di jalan dan sebagainya. Dia akan merasa sangat dicintai.

Jika bahasa kasihnya waktu yang berkualitas, sering seringlah mengajak keluar berdua, atau hanya ngobrol berdua di rumah. Kedatangan yang terlambat akan menjadi masalah besar.

Jika bahasa kasihnya kata kata pendukung, kata kata kita menjadi sangat berarti. Pasangan kita akan mudah tersinggung dg kata kata yg tidak mendukungnya. Jadi sering seringlah memuji pasangan kita.

Usahakan terus menerus mengisi tangki cinta pasangan kita, dan dunia akan terasa seperti sorga.

Semoga bermanfaat,

Surabaya, 20 Februari 2018
Sigit & Wati

Senin, 19 Februari 2018

PANTAS KAYA

Satu satunya bakat manusia untuk bisa sampai ke puncak adalah MENIRU.  Sedangkan bakat yang lain itu sebenarnya bukan bakat melainkan hasil minat + latihan. Perlu 10.000 jam untuk menjadi mahir di satu bidang. Siapapun yang terlebih dahulu mencapai jam terbang itulah yang kemudian disebut "berbakat". Seseorang disebut memiliki bakat bermain bola, hanya karena dia memiliki minat dan kesempatan lebih besar untuk bermain bola. Begitu juga bakat musik dan sebagainya diperoleh berkat minat + latihan, bukan bakat sejak lahir. Satu satunya bakat yang melekat sejak lahir adalah meniru. Minat dan latihan itu bisa terjadi karena ada pengaruh dari luar dirinya. Entah lahir di lingkungan itu, atau besar di lingkungan itu.

Bill Gate, Steve Job dan beberapa temannya memiliki keahlian komputer yang lebih besar dari yang lain, karena pada saat SMA, orang tua murid membeli seperangkat komputer modern saat itu, sehingga anak anak itu menjadi keranjingan dengan komputer. Begitulah, angka 10.000 jam di bidang komputer dicapai jauh sebelum orang lain mencapainya. Ditambah dengan waktu yang mendukung, yaitu dimulainya pengembangan komputer rumah. Karena itu dedengkot microsoft, apple dan perusahaan software terkemuka lain umumnya seusia. Waktu yang tepat dan kesiapan. Jika sekarang akan meniru mereka, akhirnya hanya akan menjadi programmer papan bawah saja karena waktunya sudah tidak mendukung lagi.

Pemain top sepak bola di Kanada, umumnya kelahiran Januari sampai Maret. Ada sedikit di bulan bulan setelah itu dan nyaris tidak ada yang lahir bulan September keatas. Apakah mereka yang kelahiran Oktober, November dan Desember tidak ada yang memiliki bakat sepak bola ? Bukan itu, ini karena peraturan organisasi sepakbola disana. Penerimaan murid sekolah bola dilakukan ketika mereka berumur 11 tahun. Misalnya penerimaan tahun 2018 ini, maka yang diterima adalah semua yang kelahiran tahun 2007. Mereka yang kelahiran Januari 2007 dan yang kelahiran Desember 2007 selisihnya nyaris 1 tahun. Tentu saja di usia 11 tahun itu, secara rata rata badan mereka yang lahir bulan Januari lebih besar dan kuat dibanding yang lahir Desember di tahun yang sama. Akibatnya di kompetisi awal pembagian regu, liga kecil dan sebagainya, mereka yang lebih kuat akan masuk ke regu utama dan mendapat porsi latihan lebih banyak dibanding yang lemah. Itulah yang kemudian semakin menjauhkan jarak antara yang lahir awal tahun dan yang lahir akhir tahun. Mereka, karena sudah mendapat vonis sejak awal sebagai "kurang berbakat" dan mendapat porsi latihan lebih kecil dengan pelatih yang nomor dua, akhirnya tercetak sebagai pemain kelas dua. Padahal setelah usia dewasa, pada hakikatnya sudah tidak bisa lagi dibedakan antara yang lahir awal tahun dan akhir tahun. Tetapi jam latihan, tehnik latihan dan citra diri mereka yang kemudian membedakan antara yang berbakat dan yang kurang berbakat. Antara pemain kelas satu dan kelas dua.

Bagaimana dengan menjadi kaya ? Menurut nabi saya, 9 dari 10 pintu kekayaan berasal dari bisnis. Jaman itu yang namanya bisnis adalah dunia perdagangan. Coba lihat para orang kaya di Indonesia, pendidikan mereka rata rata S3. SD, SMP dan SMA. Kalau ada yang sarjana, biasanya itu generasi ke dua atau ke tiga seperti Abu Rizal Bakri. Perintis sebenarnya yaitu Achmad Bakri hanya lulusan SD. Mereka sejak muda sudah belajar berbisnis, dan mencapai 10.000 jam nya jauh lebih dini dibanding yang asyik sekolah. Belum lagiada beban sejarah di kalangan pribumi, yaitu cita cita utamanya adalah menjadi pejabat. Sehingga mereka yang terpaksa berbisnis, tidak akan melatih anaknya menjadi pebisnis handal sejak dini, tetapi berharap anaknya sekolah tinggi untuk nantinya menjadi pejabat.

Jika kita lihat profil orang kaya itu, mereka hanya memiliki 3 hal yaitu :
1. Cita cita nya tinggi, otomatis ini akan membawa mereka ke lingkungan plafon yang tinggi.
2. Kecerdasan Finansialnya tinggi, bisa mengatur uang dan mau menunda kenyamanan. Salah satu bentuk seseorang cerdas finansial adalah memiliki kemampuan untuk menunda kenyamanan.
3. Mampu membangun jaringan dan sistem bisnis. Bisa jaringan bisnis besar (konglomerasi), jaringan bisnis sejenis (waralaba) atau jaringan perorangan (networking).

Ke tiga hal itulah yang diajarkan disini. Dua yang pertama bisa diperoleh di grup WA Building The Dream dan Program Lanjutan melalui mendengar audio hipnoterapi 21x dan hadir di Leadership Seminar minimal 3x. Sedang yang ke 3 di grup Crown Ambassador Academy atau CAA. 

Jika Anda bisa memantaskan diri untuk menjadi kaya dengan cara mau merendahkan hati untuk melayani orang lain di BTD. Bersedia di salah pahami orang, tidak mudah tersinggung, mau bekerja bekerja dan bekerja tanpa hasil uang lebih dahulu dan terus bekerja sampai berhasil, mau menunda kenyamanan. Maka Anda berhak nantinya untuk menikmati kebebasan finansial dan waktu dan sepenuhnya memberi perhatian kepada orang lain, karena sebenarnya Anda sudah selesai dengan diri Anda sendiri. 

Berbeda dengan orang lain yang masih fokus mencari uang untuk menghidupi keluarga dan dirinya. Berapapun uang yang mereka peroleh akan habis juga dan perlu mencari lebih banyak lagi.

SELAMAT BERJUANG UNTUK MEMANTASKAN DIRI ANDA !!

Sabtu, 17 Februari 2018

PERTANYAAN MENGENAI POLA PIKIR

Sampai hari ini masih banyak yg japri dan menanyakan hal hal yg memang akan dirubah disini. Ada yg diuraikan panjang dan ada yg pendek. Intinya bisa di kategorikan bbrp jenis, misal :
  • Usia saya sudah sekian, apa masih bisa bebas finansial ?
  • Saya punya banyak hutang, (belasan sampai ratusan juta) apa bisa nanti bebas finansial ?
  • Bisnis saya jatuh bangun, bagaimana kiatnya agar bangun terus nggak jatuh jatuh (kira kira begitu arahnya dg segala variasi).
  • Saya sering ditipu orang, rekan bisnis, saudara dll.  Bagaimana caranya agar tidak ditipu ?
  • Kondisi sy bla bla bla, sebaiknya investasi apa yg bisa sy kerjakan ?
  • Saya karyawan tidak punya keahlian bisnis, dari mana sy bisa dapat penghasilan pasif ?

Jawabannya semua sama krn tidak ada yg spesial. Semua masalahnya adalah pola pikir kita yg sekarang ini tidak sesuai dg kebutuhan kita sekarang. Cara mengatasinya dengan merubah pola pikirnya melalui proses 3 tahap itu, dimulai secepatnya mendengarkan 2 audio hipnoterapi itu masing masing 21x.
Dalam proses mendengarkan akan banyak hambatan. Mulai yg paling berat tidak mau mendengar, sampai dimunculkan berbagai keluhan aneh aneh. Tindakannya sama. Teruskan saja sampai 21x. Karena tanpa mendengarkan itu, meskipun sudah membaca 42 e book yg sy buat, tidak akan terjadi perubahan apa apa. Cuma lebih pintar saja.

Baca E book Tiga Tahap Perubahan ini berulang kali. Selamat menjalankan proses perubahan. 

Senin, 12 Februari 2018

JANGAN MEMINTA PADA SESAMA

Sejak kecil saya sering melihat bude Darmi (?) datang ke rumah. Beliau tetangga depan rumah di jln. Pahlawan 25, rumah kontrakan orang tua sy dulu di Probolinggo (1963-1966). Jika ada bude Darmi, biasanya cuma berarti dua hal. Ibu tidak punya uang sehingga menggadaikan kain atau perhiasan, atau sdh punya uang untuk menebusnya. Bude Darmi adalah calo gadai yg membantu orang orang yg terlalu sibuk atau malu untuk datang ke pegadaian.

Jika membutuhkan uang, ibu saya tidak pernah meminjam uang ke saudara atau tetangga, tetapi ke pegadaian atau ke koperasi wanita. Menurut penjelasan ibu, jika kita meminjam ke badan resmi, maka otak kita akan bekerja keras mencarikan solusi untuk membayarnya, karena ada sangsi atau ancaman dibalik itu. Sebaliknya jika kita meminjam ke perorangan maka otak kita akan berhenti memikirkan jalan keluar krn tidak ada sangsi apa apa. 

Biasanya di saat kita akan meminjam, otak reptil kita atau otak primitif kita yg merangsang reaksi fight or flight  pada kondisi terdesak akan memunculkan  rencana rencana jitu untuk membayarnya. Semua jadi nampak mudah untuk membayar hutang itu, sehingga teman atau saudaranya tadi akan rela menghutangi mendengar janji janji kita. Tetapi jika hutang itu sudah diperoleh, akan berbeda lagi pikiran kita. Otak reptil kita tidak lagi berfungsi, dan yg mengambil alih adalah otak modern yg penuh dengan perhitungan untung rugi. Bahkan seandainya ada uangnya pun, Anda tidak akan membayar hutang itu kecuali ada paksaan dari luar. Itu adalah sifat manusia yg paling manusiawi, yaitu mencari jalan yg termudah. 

Di N21, tugas utama kita adalah menyukseskan orang yg kita mentori. Meminjamkan uang ke mereka merupakan pantangan, meskipun mereka mengatakan 1000 alasan mendesak utk meminjam. Karena hampir semua yg terlibat hubungan terlarang hutang piutang itu akan muntaber (mundur tanpa berita) dari grup. Entah yg menghutangi atau yg dihutangi. Sehingga masa depannya menjadi tidak menentu lagi hanya karena kebutuhan sesaat.

Awalnya saya tidak mematuhi nasehat mentor saya itu meskipun sebenar nya sdh banyak pengalaman, yaitu famili yg berhutang tidak pernah ada yg mengembalikan. Mungkin mereka merasa saya tidak butuh pengembalian uang itu. Sayapun mengikhlaskan dan faktanya kehidupan famili famili tadi semakin susah sedang saya semakin enak. 

Ternyata mentor saya sangat benar. Mereka yg pernah saya pinjami, entah uang, produk atau alat penunjang bisnis, tidak ada satupun yg muncul kembali di grup, benar benar sakit muntaber. Sampai sekarang tidak berani ketemu saya hanya karena uang bbrp ratus ribu saja.

Dari berbagai pengalaman itu, saya tidak lagi mau terlibat hutang piutang dg anggota grup. Bagaimanapun kerasnya mereka merayu saya.


Beberapa tahun lalu, saya mendapat bisikan dari seorang kenalan yg jauh lebih pakar tentang seluk beluk pikiran. Beliau mengatakan begini :"Pak Sigit, jika ada kepanitiaan pembangunan apa, jangan pernah mau ditunjuk sebagai pengumpul sumbangan. Karena meskipun itu bukan untuk kepentingan kita, saat kita MEMINTA SUMBANGAN, kita sedang menyiarkan pola pikir miskin dan butuh bantuan. Alam akan menanggapinya  dengan mendatangkan kemiskinan dan kekurangan kepada kita."

Itu kalau proses meminta untuk kepentingan pihak lain. Apalagi kalau meminta untuk kepentingan diri sendiri, vibrasi yang tersebar akan jauh lebih buruk.  Mungkin dalam proses meminta itu kita bisa mendapatkan sejumlah uang sesuai yg kita butuhkan. Tetapi dibalik itu, sebenarnya kita sedang kehilangan uang yang jauh lebih besar dari yg kita dapatkan itu. Yaitu rezeki yang tersumbat atau dialihkan. Sayangnya kita tidak tahu bahwa kita sedang rugi besar. 

Surabaya, 12 Pebruari 2018

Jumat, 09 Februari 2018

KISS OF DEATH


Pagi tadi habis subuh saya kembali ke Surabaya. Masuk Surabaya jam 8 lebih. Sejak masuk kota, ribuan sepeda motor ikut masuk ke Surabaya. Kemudian di jalan Jemursari setelah Rumah sakit Islam, ada penjual nasi pecel pakai mobil. Sayapun mampir, memesan pecel tumpang (pecel yang diberi sayur tempe yang sdh hancur). Sambil menunggu ibunya melayani pesanan, saya ngobrol dengan bapaknya. Orang asli Kertosono, sekarang tinggal di rusun, usia satu tahun di bawah saya tetapi wajah nampak lebih tua dari saya. Ketika saya beritahu umur saya, beliau tidak percaya. Anak 1 sudah bekerja, beliau dulu pensiunan sebuah BUMN, dan bersyukur di masa tuanya masih diberi rezeki bisa berjualan pecel di tepi jalan. Perjalanan klasik kebanyakan dari kita.

Sambil makan pecel asli Kertosono (katanya) yang enak itu, saya terus mengamati jalan. Mereka yang berangkat kerja naik motor masih memenuhi jalan. Mereka ini nanti sore sore akan ramai ramai kembali ke luar kota, bersama sama pula. Jika kariernya agak meningkat di kantor, mereka akan mengganti motornya dengan mobil. Kemudian meningkat lagi, mereka akan mencicil rumah. Perusahaan akan membuat mereka tetap memiliki pinjaman ke perusahaan. Semakin tinggi gajinya, semakin besar pula pinjamannya. Mereka mendapat apa yang disebut EGO TRAP atau jebakan ego, terkadang disebut KISS OF DEATH atau ciuman kematian. Pemilik perusahaan yang orang kuadran kanan membutuhkan mereka untuk terus menjalankan bisnisnya. Mereka memberi fasilitas kenikmatan yang akan terus dikejar. Dari motor, mereka akan pindah ke mobil 1000 CC yang terjangkau cicilannya. kemudian gajinya naik dan cicilan itu terasa lebih kecil, mereka merasa tidak pantas lagi naik mobil mobil "kelas 1000 cc", pantasnya yang 1500 cc. Ketika gajinya naik lagi, mulai merasa kurang pantas jika naik yang 1500 cc, pantasnya yang 2000 tau 2500 cc. begitulah seterusnya, kepantasan hidup mereka diukur dari CC nya mobil. Mereka terjebak dalam HEDONIC TREADMILL dan menjadi slave of money sejati, yang menukarkan waktunya dengan uang. Time is money menjadi  utama.  Padahal anak anaknya melafalkan cinta orang tuanya bukan dengan LOVE, tetapi TIME. Time is love bagi anak anak dan keluarga. 

Dahulu hal hal semacam itu bagi saya wajar wajar saja. Sayapun nyaris tidak memiliki waktu dengan anak anak. Semua urusan anak anak menjadi urusan ibunya.  Tugas saya cuma satu yaitu bekerja mencari uang dengan cara menolong orang karena saya seorang dokter.  Tetapi sekarang sangat berbeda, setelah mengalami freedom tanpa bekerja mencari uang selama 12 tahun ini, saya jadi tahu nilai sebenarnya dari waktu saya.  Sayapun ingin agar sebanyak mungkin orang bisa seperti saya.

Apakah bisa ? seseorang yang setiap pagi berangkat kerja untuk mempertahankan ekonomi keluarganya seperti mereka yang berlalu lalang di depan saya,  kemudian mendapatkan penghasilan pasif besar sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi ?

Prinsipnya semuanya bisa, dengan syarat tentunya harus mau merubah pola pikirnya dulu. Karena dengan pola pikir yang sekarang, sudah pasti tidak bisa. Karena kalau bisa, sudah pasti sejak dahulu sudah mendapatkan penghasilan pasif itu. 

Pikiran akan menjadi tindakan. Tindakan yang diulang ulang akan menjadi kebiasaan, kebiasaan yang kita lakukan terus akan menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi nasib kita. 

Mendapatkan penghasilan pasif tidak pernah bisa dilakukan sendirian, kalau sendiri namanya penghasilan aktif. Penghasilan pasif selalu melibatkan banyak orang dan sekaligus hukum hukum alam yang mengatur hubugan antar manusia. Maka jika kita menginginkan penghasilan pasif, kita harus belajar baik pada semua orang, Gunakan pepatah cina "SERIBU TEMAN KURANG, SATU MUSUH KEBANYAKAN". Mulailah belajar untuk tidak membenci seseorang atau segolongan orang. Jika kepercayaan Anda mengharuskan Anda membenci seseorang atau segolongan orang, maka Anda tinggal memilih, mau tetap memelihara rasa benci dan tidak suka itu atau memiliki penghasilan pasif ? Karena keduanya tidak bisa digabungkan. 

Mereka yang membenci sesuatu yang lebih kaya, tidak akan bisa menjadi kaya. Itulah hukum pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar kita tidak akan mau menjadikan kita mirip dengan yang kita benci. Seringkali kita membenci sesuatu bukan karena pengalaman kita sendiri, tetapi karena masukan masukan dari orang lain. Kita mirip kera H yang mendapat input dari kera E,F,G untuk membenci sesuatu, padahal mereka juga tidak tahu mengapa harus membenci ? Agama kita tidak pernah mengajarkan kita membenci sesuatu, tetapi pemimpin pemimpin kita yang berpolitik atau memiliki kepentingan ekonomi yang kemudian mengajarkan kita membenci sesuatu. Akhirnya yang rugi kita sendiri dan anak anak kita, karena terpaksa hidup pas pas an terus menerus. Menjadi P7, pergi pagi pulang petang penghasilan pas pas an.

Ibu Putu Sri Rahmaningsih pernah bercerita saat Leadership Seminar di Surabaya beberapa tahun lalu. Bagaimana dia mengalami kesulitan ketika berusaha mencapai tingkatan tinggi dalam sebuah bisnis jaringan yang beliau ikuti. Ketika dia konsultasi kepada mentornya yaitu ibu Inneke Sutejo, mentornya langsung bisa menangkap sesuatu dan menanyakan :”Apakah ibu Putu memiliki kebencian kepada seseorang atau sesuatu ?”. Bu Putu mengiyakan, memang ada sesuatu yang beliau benci. Ibu Inneke menyarankan agar perasaan benci itu dilepaskan sehingga bu Putu tidak terganjal lagi kesuksesannya. Bu Putu mengiyakan, tetapi tidak melaksanakan nasehat itu. Peringkatnya tidak naik naik, seolah olah ada batu besar yang menghambat langkahnya. Dan setiap kali konsultasi, hanya satu pertanyaan itu yang ditanyakan oleh ibu Inneke :”Apakah bu Putu masih membenci sesuatu itu?”. Dan bu Putu mengiyakan karena ini ajaran dari agamanya.
Setelah berkali kali melakukan konsultasi dan mendapat pertanyaan yang sama. Akhir bu Putu melepaskan kebencian itu, dan dalam waktu singkat dia berhasil mencapai peringkat tinggi dengan penghasilan saat itu 60 juta sebulan, sekarang kisaran lebih dari 100 juta sebulan penghasilan pasif. Beliau berubah dari orang yang paling miskin di RT nya menjadi orang yang paling kaya. Beliau yang menutup semua keperluan RT jika semua sudah urunan dan masih kurang banyak.

Surabaya, 9 Pebruari 2018
Sigit & Wati.